Rabu, 17 April 2013

AUDIT SISTEM INFORMASI : PSSI

BAB I

PENDAHULUAN





A.                     
Definisi
Perencanaan Strategi Sistem Informasi





1.      Definisi
menurut para ahli


-         
Martin (1990, p467) : Perencanaan
Strategi SI/TI  merupakan  periode pada daur hidup system ketika sebuah
arsitektur informasi , arsitektur system bisnis, dan arsitektur teknikal
pertama kali dibuat dan ketika sekumpulan system bisnis yang konsisten dan
terintegrasi akan dikembangkan.





Martin (1990, p102) :
Perencanaan Strategi SI/TI  merupakan
salah satu langkah dalam information engineering yang berhubungan dengan
sasaran dan target bisnis serta bagaimana teknologi dapat dihunakan untuk
menuciptakan kesempatan baru atau keuntungan kompetitif





-         
Ward and Griffiths (1996) : pendekatan
sistematis untuk menentukan mana yang paling efektif dan efisien berkaitan
dengan kepuasan pemenuhan kebutuhan informasi.





-         
Ward and Peppard (2002) : Perencanaan
strategis SI/TI merupakan proses identifikasi portfolio aplikasi SI berbasis
komputer yang akan mendukung organisasi dalam pelaksanaan rencana bisnis dan
merealisasikan tujuan bisnisnya. Perencanaan strategis SI/TI mempelajari
pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam
memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga
menjelaskan berbagai alat, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk
menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan
baru melalui penerapan teknologi yang inovatif





-         
Definisi secara umum


Berdasarkan
definisi – definisi yang ada, maka dapat disimpulkan definisi dari perencanaan
strategi sistem informasi dan teknologi informasi adalah suatu proses analisis
secara menyeluruh dan sistematis dalam merumuskan tujuan dan sasaran
perusahaan, serta menentukan strategi yang memanfaatkan kelebihan dari sistem
informasi dan dukungan teknologi informasi dalam menunjang strategi bisnis dan
memberikan keunggulan kepada perusahaan dalam bersaing.





B.                      
Alasan
Penggunaan Perencanaan Strategi Sistem Informasi


Ward dan Peppard (2002, p47) menyatakan
beberapa
alasan yang menyebabkan perlunya bagi suatu perusahaan untuk
memiliki suatu strategi system informasi atau teknologi informasi :


1.    
Adanya investasi
untuk pengadaan SI/TI yang tidak mendukung sasaran bisnis suatu organisasi.


2.    
 SI/TI yang ada tidak terkontrol


3.    
Sistem tidak
teintegrasi sehingga data bersifat tersebar sehingga sangat mungkin terjadi
kerangkapan data dan hilangnya keterkaitan antar sumber daya informasi.


4.    
Organisasi tidak
memiliki skala prioritas dalam mengembangkan proyek SI/TI, sehingga sangat
sering terjadi perubahan dan tambal sulam yang akhirnya menurunkan
produktivitas organisasi.


5.    
Manajemen
informasi yang buruk dan tidak akurat.


6.    
Strategi SI/TI
tidak sejalan dengan strategi bisnis organisasi


7.    
Proyek SI/TI
hanya dievaluasi untuk kepentingan keuangan semata.





C.                     
Model
Perencanaan Strategi Sistem Informasi



























Model kerangka kerja dan perencanaan strategis system dan teknologi
informas dapat dilihat pada gambar diatas , dan lebih jelasnya adalah sebagai
berikut :


-         
Input,
sebagai masukan dalam perencanaan strategis system dan teknologi informasi
terdiri atas:


a)     
Lingkungan
bisnis internal organisasi


Merupakan strategi bisnis yang digunakan pada masa sekarang, tujuan,
sumber daya, proses dan budaya organisasi serta nilai dari bisnis itu sendiri.


b)     
Lingkungan
bisnis eksternal organisasi


Pada tahap ini dilakuakan analisis faktor-faktor di luar organisasi yang
mempengaruhi kinerja organisasi, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri,
dan iklim bersaing perusahaan.


c)     
Lingkungan
Internal SI/TI


Pada tahap ini akan
dilakukan analisis yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari perpektif bisnis
saat ini bagaimana kematangannya (maturity),
bagaimana kontribusi terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber
daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI
yang ada saat ini.


d)    
Lingkungan
Eksternal SI/TI


Pada tahap ini dilakukan analisis kondisi teknologi SI/TI yang
berkembang saat ini yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya,
serta penggunaan SI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok. Dari hasil ini
akan diperoleh peluang teknologi SI/TI yang dapat digunakan dalam mendukung
strategi organisasi.





Proses Perencanaan strategi SI/TI, proses dimana informasi yang
diperoleh, serta hasil analisis yang diperoleh dari inputs, akan diolah untuk
menghasilkan outputs.


-         
Outputs,
merupakan hasil dari proses yang mencakup :


a)     
Strategi
bisnis SI, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis organisasi akan
memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran bisnisnya, portofolio aplikasi dan
gambaran arsitektur informasinya.


b)     
Strategi
TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber
daya manusia SI/TI.


c)     
Strategi
manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui
organisasi untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang
dibutuhkan.


-         
 Future
Application Portfolio
, rincian yang menjelaskan usulan aplikasi yang akan
digunakan perusahaan dalam waktu kedepan, untuk mengintegrasikan setiap unit
dari perusahaan dan menyesuaikan perkembangan teknologi dengan perkembangan perusahaan.


-         
Current Application Portfolio,
rincian mengenai aplikasi system informasi yang diterapkan perusahaan saat ini,
dengan melihat keuntungan dan kekuatan yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi
tersebut serta melihat dukungan aplikasi yang ada terhadap kegiatan operasional
dan perencanaan strategi sistem dan teknologi.








D.                     
Teknik
Analisis Perencanaan Strategi Sistem Informasi


Berdasarkan framework yang dikemukakan oleh Ward dan Peppard (2002)
teknik – teknik analisis yang digunakan dalam perencanaan strategi SI/TI diantaranya
adalah





1.     
Analisis
Lingkungan Internal Bisnis


Analisis lingkungan internal bisnis dari
sebuah perusahaan digunakan untuk mengetahui strategi bisnis perusahaan pada
saat ini, misi, dan visi perusahaan, aktivitas dan proses bisnis perusahaan,
sumber daya yang dimiliki dan informasi yang dibutuhkan perusahaan. Adapun
teknik – teknik analisis yang digunakan dalam memahami kondisi situasi pada
lingkungan  internal bisnis diantaranya
adalah :


a.     
Analisis
Value Chain


Analisis rantai nilai (value chain)
adalah kegiatan menganalisis kumpulan aktivitas yang dilakukan untuk merancang,
memproduksi, memasarkan, mengantarkan dan mendukung produk atau jasa, dibedakan
menjadi dua yaitu aktivitas utama (primary activities) pada perusahaan yang
pada akhirnya memberikan kepuasan pada pelanggan. Aktivitas-aktivitas tersebut
tidak hanya dilakukan dengan baik, tapi juga harus  saling berhubungan dengan efektif  jika keseluruhan performa bisnis hendak
dioptimalkan.


Aktivitas utama (Primary Activities)
terdiri dari logistik dalam, operasi, logistik keluar, pemasaran, dan pelayanan.
Kedua adalah aktivitas pendukung (Support Activities) yang mendukung
aktiviatas utama yang terdiri dari berbagai fungsi, yaitu kelengkapan
infrastruktur, manajemen SDM, pengadaan barang, dan pengembangan teknologi.





b.      Analisis SWOT


SWOT adalah singkatan yg diambil dari huruf
depan kata Strength, Weakness, Opportunity dan Threat, yg dalam bahasa
Indonesia mudahnya diartikan sebagai Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan
andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil
mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.


Metode analisa SWOT bisa dianggap sebagai
metode analisa yang paling dasar, yang berguna untuk melihat suatu topik atau
permasalahan dari 4 sisi yang berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan
atau rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari
peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Analsis
SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:


·     
Menyiapkan
sesi SWOT.


·     
Mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan.


·     
Mengidentifikasi
kesempatan dan ancaman.


·     
Melakukan
ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.


·     
Menganalisis
kekuatan dan kelemahan.





c.      
Analisis
Critical Succes Factor (CSF)


Analisa CSF merupakan suatu ketentuan dari organisasi dan lingkungannya
yang berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan. CSF dapat ditentukan jika
objektif organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF adalah
menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang
harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.


Peranan CSF dalam perencanaan strategis
adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi
SI-nya, memfokuskan proses perencanaan strategis SI pada area yang strategis,
memprioritaskan usulan aplikasi SI dan mengevaluasi strategi SI.


Manfaat dari analisis CSF menurut Ward dan
Peppard (2002, p209) adalah sebagai berikut :


·        
Analisis
CSF merupakan teknik yang paling efektif dalam melibatkan manajemen senior
dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Karena CSF secara keseluruhan
telah berakar pada bisnis dan memberikan komitmen bagi manajemen puncak dalam
menggunakan sistem informasi, yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan
perusahaan melalui area bisnis yang kritis.


·        
Analisis
CSF menghubungkan proyek SI yang akan diimplementasikan dengan tujuannya,
dengan demikian sistem informasi nantinya akan dapat direalisasikan agar
sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.


·        
Dalam
wawancara dengan manajemen senior, analisis CSF dapat menjadi perantara yang
baik dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan oleh setiap individu.


·        
Dengan
menyediakan suatu hubungan antara dengan kebutuhan informasi, analisis CSF
memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.


·        
Analisis
CSF sangat berguna dalam perencanaan sistem informasi pada saat strategi bisnis
tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, dengan memfokuskan pada masalah
– masalah tertentu yang paling kritis.


·        
Analisis
CSF sangat berguna apabila digunakan sejalan dengan analisis value chain dalam
mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada
pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan yang paling tepat untuk
dilaksanakan.





d.      Key Performance Indicator (KPI)


Menurut Tozer (1996, p141), Key Performace
Indicator merupakan sebuah komposisi yang diperoleh dari beberapa ukuran dimana
bersifat tidak tetap dan bisa berubah. KPI juga merupakan suatu indikator yang
membantu dalam menilai :


·        
Untuk
kerja dari sebuah fungsi


·        
Tingkat
keberhasilan dalam meraih sasaran atau tujuan.


·        
Perilaku
CSF


                            Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam
menentukan KPI antara lain :


·        
Mengeidentifikasi
kebutuhan yang telah dibuat.


·        
Menyelidiki
karakter lingkungan pengambilan keputusan.


·        
Menilai
jangkauan informasi yang dibutuhkan.


·        
Menyelidiki
proses pengambilan keputusan.


·        
Mengarahkan
sensitifitas analisis akibat pengaruh dari penundaan waktu.


·        
Mengembangkan
format presentasi yang tepat.


·        
Mengerjakan
seluruh lapisan dari proses informasi pendukung.








2.      Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis


Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan terdiri dari
faktor – faktor yang pada dasarnya di luar dan terlepas dari perusahaan. Faktor
– factor utama yang biasa diperhatikan adalah faktor Politik, Ekonomi, Sosial
dan Teknologi (PEST). Lingkungan eksternal bisnis ini dapat memberikan
kesempatan besar dari perusahaan untuk maju, sekaligus dapat menjadi hambatan
dan ancaman untuk maju. Adapun teknik-teknik analisis yang digunakan untuk memahami
kondisi situasi pada lingkungan eksternal bisnis diantaranya adalah :


a.                  
Analisis Lingkungan Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi (PEST)


Menurut Ward dan Peppard (2002, p70-72)
analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang
meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi.


·        
Faktor Politik


Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah,
masalah – masalah hukum, serta mencakup aturan – aturan formal dan informal
dari lingkungan dimana perusahaan melakukan kegiatannya. Contoh :


 
Kebijakan tentang pajak


 
Peraturan ketenagakerjaan


 
Peraturan daerah


 
Peraturan perdagangan


 
Stabilitas politik





·        
Faktor Ekonomi  


Faktor ekonomi meliputi semua faktor  yang mempengaruhi daya beli dari pelanggan
dan mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan. Contoh :


 
Pertumbuhan ekonomi


 
Tingkat suku bunga


 
Standar nilai tukar


 
Tingkat inflasi


 
Harga-harga produk dan jasa


·        
Faktor Sosial


Faktor sosial meliputi semua faktor yang
dapat mempengaruhi kebutuhan  dari
pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada. Contoh :


 
Tingkat pendidikan masyarakat


 
Tingkat pertumbuhan penduduk


 
Kondisi lingkungan sosial


 
Kondisi lingkungan kerja


 
Keselamatan dan kesejahteraan sosial





·        
Faktor Teknologi


Faktor teknologi meliputi semua hal yang
dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses
bisnis. Contoh :


 
Aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi


 
Automatisasi


 
Kecepatan transfer teknologi


  Tingkat
kadaluarsa teknologi


PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit
organisasi Arah analisis PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan
menilai strategi atau posisi, arah perusahaan, rencana pemasaran, atau ide. Dimana
analisis ini cukup mempengaruhi perusahaan, karena melalui analisis ini dapat
diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan.





b.                 
Analisis Lima Model Persaingan Porter


Adapun teknik analisis Lima Model Persaingan
Porter digunakan untuk memahami kondisi situasi pada lingkungan eksternal
bisnis diantaranya adalah Analisis lima model persaingan Porter meliputi :


·        
Analisis
terhadap pendatang baru


·        
Analisis
terhadap barang pengganti


·        
Analisis
kekuatan tawar menawar terhadap pelanggan


·        
Analisis
kekuatan tawar menawar dengan supplier


·        
Analisis
terhadap persaingan industri sejenis





3.     
Analisis
Lingkungan Internal SI/TI


               Analisis ini akan menyediakan informasi yang
menyeluruh tentang lingkungan internal SI/TI perusahaan saat ini, yang  dapat digunakan sebagai  salah satu bentuk masukan dalam proses
strategi SI/TI (Ward dan Peppard, 2002, p198).


               Analisis lingkungan internal SI/TI
untuk  mengetahui pandangan SI/TI
terhadap bisnis ada masa sekarang ini, pengalaman perusahaan dalam bisnis,
cakupan bisnis, dan kontribusinya terhadap pasar, kemampuan perusahaan, sumber
daya dalam perusahaan dan infrastruktur teknologi yang digunakan. Aplikasi
portfolio saat ini dari sistem yang berjalan dan sistem yang sedang dalam
pengembangan (Ward dan Peppard, 2002, p153).





a.                  
Analisis Portfolio Aplikasi Mcfarlan (Portfolio Aplikasi)


Menurut Ward dan Peppard (2002, p299)
Portofolio Aplikasi Mcfarlan digunakan untuk menilai kontribusi SI/TI secara
keseluruhan dan efeknya terhadap kesuksesan bisnis.


Menurut Ward dan Peppard (2002, p299)
portofolio aplikasi adalah cara untuk membawa bersama sistem informasi yang
telah ada, yang direncanakan dan potensial untuk kemudian menilai kontribusi
bisnisnya,  umumnya berupa matrik
dua-kali-dua, yang merupakan metode yang sangat popular untuk menjelaskan
dampak dari variabel yang tidak berkaitan, namun saling mempengaruhi.


Dalam portfolio aplikasi sebuah aplikasi
dapat dikategorikan sebagai strategic, high potential, key operational,
atau  support tergantung dari peranannya
dalam mendukung strategi bisnis perusahaan, baik pada saat ini maupun di masa
mendatang.





4.      Analisis Lingkungan Eksternal SI/TI


Analisis ini digunakan untuk mendapatkan
pemahaman tentang keadaan dan perkembangan SI/TI diluar lingkungan perusahaan,
yang memberikan dampak dan pengaruh bagi perusahaan baik secara  langsung maupun tidak langsung. Tujuan utama
dari analisis ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang peluang –
peluang baru dalam penggunaan SI/TI, dan ini tidak  terbatas hanya pada peluang untuk
mengimplemetasikan teknologi yang termutakhir namun juga dapat berupa peluang
untuk menggunakan teknologi yang sudah ada dengan cara yang lebih hemat dan
tepat dalam penggunaannya atau peluang untuk menggunakan teknologi dengan cara
lain yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.


Bagian dari analisis ini juga meliputi  pengetahuan tentang  SI/TI yang digunakan oleh pihak eksternal
seperti pesaing, pemasok, atau perusahaan – perusahaan lain yang memiliki
hubungan dan mempengaruhi bisnis perusahaan. Salah satu aspek dari analisis ini
adalah untuk dapat mengkategorikan elemen – elemen yang potensial dan berharga
dari teknologi untuk dapat dievaluasi dan 
dimanfaatkan oleh perusahaan. Inti dari analisis ini adalah untuk dapat
menyediakan informasi yang menyeluruh tentang lingkungan eksternal SI/TI untuk
digunakan sebagai salah satu bentuk masukan dalam proses perencanaan strategi
SI/TI (Ward dan Peppard, 2002, p203-204).














BAB
II


PEMBAHASAN





Dalam bab ini,
kami akan memberikan contoh dalam penggunaan metodelogi perencanaan strategi
sistem informasi pada studi kasus yang berasal dari suatu jurnal.





Perencanaan
Strategis Sistem Dan Teknologi Informasi Pada St. Ignatius Education Center
Palembang


Jurnal Ilmiah  STMIK GI DP dengan volume 4 Nomor 3, Oktober
2008


A.               
Studi Kasus


St. Ignatius Education Center adalah sebuah
perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa pendidikan informal yang
memberikan layanan bimbingan belajar terpadu kepada siswa/i untuk jenjang SD,
SMP, SMA/K. Permasalahan baru muncul ketika semakin banyaknya perusahaan
kompetitor sejenis yang memanfaatkan IS/IT dapat membuat layanan dan proses
pengajaran lebih baik sehingga mengancam kapabilitas perusahaan. Sehingga perlu
ditentukan bentuk perencanaan strategis SI/TI yang sesuai dengan proses bisnis
pada St.Ignatius Education Center.





B.                
Tahapan Starategi Sistem Informasi


Dalam melakukan metode ini, perlu diperhatikan bahwa
suatu strategi yang direncanakan haruslah selaras dengan strategi bisnis
organisasi sehingga strategi bisnis organisasi yang akan men-drive strategi
sistem informasi yang akan direncanakan. Strategi informasi tersebut kemudian
akan men-drive strategi teknologi informasi yang akan dirancang. Hal ini
berarti harus ada kesesuaian antara strategi bisnis, strategi SI dan strategi
TI. Analogi strategic alignment (Ward and Peppard, 2002) dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.









Lalu,
langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam perencanaan stategi sistem
informasi ini?. Berikut penjelasannya untuk menjawab pertanyaan tersebut.


1.      Membuat
model perencanaan starategi sistem informasi


Pembuatan model ini
membantu dalam memeberikan sistematika urutan penyelesaian dengan penggunakan
metode ini. Selain itu, daapat memberikan gambaran secara umum analisis
strategi bisnis yang diperlukan yaitu dalam dua cakupan External Business
Environment dan  Internal Business Environment.
Serta analisis stategi sistem informasi yang diperlukan yaitu External IS/IT
dan Internal IS/IT. Dalam kasus ini, berikut model perencanaan starategi sistem
informasi yang telah dibuat.









2.      Melakukan
analisis dengan beberapa metode analisis yang dapat digunakan.


Pada jurnal ini penulis
meenggunakan analisis five forces, analisis value chain, analisis critical
success factor seta analisis SWOT dalam tercapaianya stategi yang diinginkan
bagi perusahaan ini.











a.        
Analaisis five forces






b.       
Analisis value chain






c.        
Analisi critical success factor dan
analisis SWOT guna mengidentifikasi kebutuhan informasi.












Dengan hasil analisis
tersebut maka dihasilkan solusi IS/IT yang dibutuhkan sebagai berikut
berdasarkan analisis CSF.









3.       
Membuat portofolio aplikasi IS/IT
mendatang.


Setelah melakukan analisis
guna mendapatkan solusi IS/IT, amaka selanjutnya adalah mebuat portofolio
seperti berikut.






Setelah
melaukan langkah-langkah dalam mebuat perencanaan stategi sistem informasi
tersebut. Maka, didapat hasil kebutuhan informasi dalam perencanaan stategi
sistem informasi ini, yaitu berupa business strategy, IT strategy serta IS/IT
management strategy. Berikut penjelasan lebih lanjut untuk IS/IT management
strategy bahwa strategi manajemen SI/TI diperoleh dari hasil identifikasi
solusi SI/TI sehingga dibutuhkan rekrutmen SDM pada struktur organisasi yaitu terdiri
dari manager, unit kerja networking dan programmer, perencanaan
kebijakan strategi dan operasional layanan SI/TI, analisis risiko keamanan TI,
keamanan infrastruktur TI, keamanan aplikasi SI, keamanan data serta keamanan
pengguna (user).




































































BAB IIII


KESIMPULAN


A.               
Perencanaan Strategi Sistem Informasi
adalah suatu proses analisis secara menyeluruh dan sistematis dalam merumuskan
tujuan dan sasaran perusahaan, serta menentukan strategi yang memanfaatkan
kelebihan dari sistem informasi dan dukungan teknologi informasi dalam
menunjang strategi bisnis dan memberikan keunggulan kepada perusahaan dalam
bersaing.


B.                
Deskripsi Model Perencanaan Strategi
Sistem Informasi adalah adanya analisis lingkungan strategis bisnis dan
analisis lingkungan strategi sistem informasi guna menghasilkan kebutuhan
informasi dan solusi IS/IT yang akan dimplementasikan sebagai suatu hasil dari
perencanaan strategis sistem informasi.


C.                
Dalam proses
menganalisis lingkungan strategis bisnis maupun strategi sistem informasi
terdapat beberapa teknik analisis yang dapat digunakan diantaranya, a
nalisis
Five Forces, Value Chain, PEST (Politik Ekonomi Sosial dan Teknologi), MP3
(Matriks Pertumbuhan Pangsa Pasar), SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) dan Critical Succes Factor (CSF)
































DAFTAR PUSTAKA




http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2009-2-00820-SI%20bab%202.pdf




Tidak ada komentar:

Posting Komentar